pernikahan

Pernikahan Merupakan Momen Semua Orang, Tidak Cuma Bagi Kamu Sendiri

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text]

Pernikahan merupakan salah satu target dalam hidup serta menjadi waktu yang dinantikan oleh semua orang. Tidak cuma dirimu seorang yang menantikan momen sakral ini, akan tetapi ayah ibu kamu juga!

Dimulai pada hari pertunangan. Kamu melalui hari yang mendebarkan? Orang tua-mu pun juga! Kalau dirimu merasa ini merupakan momen yang spesial dalam hidupmu, sama pula yang dirasakan oleh ayah dan ibumu. Mereka berdua menyaksikan seluruh tahapan pendewasaanmu.

orang tua telah membawamu ke alam dunia (biidznillah) serta berjuang membesarkanmu. Kemudian selalu menemani mulai dari hari pertamamu belajar jalan serta mengoceh, masuk aktifitas sekolah sampai tamat dari perguruan tinggi, hari pertama kamu masuk kerja, saat-saat kamu susah dan bahagia, dan tak terkecuali hari ketika kamu bertemu dengan calon pasangan hidup.

Saat Dirimu Memutuskan Untuk Menikah

Sebagai orang yang menjalani resepsi pernikahan, normal jika kamu merasa bahwa acara pernikahanmu mutlak milikmu seorang.

Kamu ingin menggelar rangkaian pesta pernikahan yang sangat kamu inginkan sejak lama. Namum terkadang, konsep pernikahan yang kamu idamkan jauh berbeda dari hara[an orang tua. Kamu merasa ingin tetap dengan idealismu.

Jika demikian faktanya, sebaiknya jangan buru-buru terbawa emosi. Kontrol egomu yang besar. Kamu tak akan bisa mengabaikan kehadiran orang tua. Apapun itu, keberadaan ayah ibu dalam acara pernikahanmu tidak mungkin dielakkan. Mereka akan ikut andil dalam acara pernikahan yang berkah dan berkesan.

Ayah dan ibu berperan besar dalam setiap acara pernikahan. Sejak acara pranikah, perencanaan prosesi pernikahan yang bagus dari segi adat maupun agama, sampai resepsi pernikahan di hari H.

Untuk mendapatkan impian pernikahan yang kamu idamkan, terlebih dulu kamu mesti memahami bahwa keberadaan orang tua sangatlah penting. Sebab, seringkali acara pernikahan itu juga merupakan hari yang juga ditunggu-tunggu bagi ayah dan ibu.

Melamar Dahulu, Lakukan Pernikahan Kemudian

Tentu ada acara lamaran sebelum dilakukan pernikahan. Si pemuda akan datang ke rumah wanita. Pria akan meminta ijin kepada bapak wanita untuk menikahi putrinya. Meski seorang pria bisa saja datang sendiri menemui ayah gadis pujaannya. Namun sehebat dan segagah apapun seorang pria, akan gemetaran pula kakinya jika datang ke tempat tinggal wanita tanpa didampingi orang-orang terdekat. Karena menikah adalah sebuah langkah besar. Ia mau meminta anak perempuan orang untuk menjadi teman perjuangannya. Para hadirin sekalian

Itulah sebabnya, menjadi kewajiban orang tua dari pihak si pemuda untuk mendatangi bapak si gadis. Mereka akan mensupport sekaligus menemani si pemuda untuk melamar si gadis. Ayah dan ibu akan memberikan dukungan moril bagi anaknya.

Dengan ayah ibunya, keyakinan si pemuda akan semakin kuat menuju pintu gerbang rumah si wamita. Orang tuapun berkeinginan mengajak keluarga besar seperti adik serta sepupu atau paman juga bibi si pemuda.

Mereka pun berkunjung tidak dengan bertangan hampa. Ayah ibu si laki-laki akan membawa bingkisan menyesuaikan tradisi adatnya. Mereka akan sibuk menyiapkan diri untuk berkunjung ke orang tua si perempuan. Jadilah lamaran sebagai momen orang tua juga, tidak hanya milik kedua calon mempelai.

Pada waktu hari khitbah-an, tidak sekedar waktu ketikalmomen si pemuda memohon restu ke bapak si perempuan untuk melamar putrinya. Pada hari itu, juga merupakan momen pertemuan dua keluarga untuk menentukan tanggal acara pernikahan.

Keluarga si perempuan biasanya menjadibertindak sebagai tuan rumah pernikahan. Meskipun juga tidak menutup kemungkinan kalau orang tua si laki-laki juga ingin menggelar resepsi pernikahan.

Mendekati Momen Pernikahan

Di balik berita lamaran juga terselip segudang kerepotan yang menanti. Sedari perancangan hingga prosesi pernikahan. Mulai dari kegiatan inti yaitu akad nikah maupun kegiatan turunannya yaitu pesta pernikahan.

Saat tanggal pernikahan usai dipilih, akan muncul banyak hal yang harus ditunaikan sebelum hari itu benar-benar datang. Saat si anak perempuan repot dengan masalah kostum pengantin, sang bunda akan membantunya memilih kain dan merekomendasikan tukang jahit terbagus yang ia kenal. Undangan unik.

Si ibu juga yang membersamainya menjalani bermacam-macam pemeliharaan tubuh mempelai wanita, mulai dari ujung kuku sampai ujung kepala. Sebelum hari perkawinan, si ayah akan memilih waktu khusus untuk ngobrol bareng anak gadisnya, mengutarakan beberapa nasehat pernikahan. Ayah dan ibu pun turut menulis daftar tamu undangan.

Sama halnya juga di rumah si laki-laki. Keluarga besar si laki-laki juga tak kalah sibuk. Orang tuanya akan sering bercerita petuah pernikahan. Dengan dukungan oleh sesepuh dan anggota keluarga yang lain, ayah dan ibu repot persiapkan mahar beserta pernak-perniknya.

Pun sedang melatih diri untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pidato di depan keluarga si perempuan di hari pernikahan nanti. Kuliner di acara

Ayah ibu, baik si gadis atau si si pemuda tidak merasa payah dengan semua rencana pernikahan ini. Karena pernikahan ini merupakan pesta mereka semua. Mereka tak akan terbebani ikut berkontribusi secara keuangan hanya untuk berjalannya pesta pernikahan.

Momen Pernikahan yang Ditunggu-tunggu

Di hari itu, orang tua “melepaskan” sang anak melanjutkan kehidupan yang baru, kehidupan rumah tangga. Seperti momen wisuda, ayah ibulah yang bertindak seperti rektor di kampus keluarga. Ayah ibu menyatakan bahwa sang anak sudah lulus menjadi orang tua bagi anak keturunan kelak.

Bagaimanapun bentuk acaranya, apakah kalian duduk bersanding di depan penghulu atau si wanita menunggu di dalam ruangan, jangan lalai mengabarkan ayah si perempuan. Karena, bapak si perempuan lah yang akan menikahkan kalian berdua di hadapan penghulu juga semua hadirin. Lalu panjatan doa ayah dan ibu untuk kalian semua.

Di Momen Acara Pernikahan

Kau barangkali terlalu gugup mempersiapkan diri dalam menempuh akad perkawinan sehingga tak peduli lagi dengan semua persiapan resepsi. waktu itu, ayah dan bunda lah yang memegang kendali karena bagi mereka, mereka lah si pemilik acara.

Orang tua kalian berdua hendak mempertemukan kalian di atas pelaminan. Setiap ayah akan menyampaikan kata-kata sambutan. Sedangkan ibu akan meyakinkan para tamu dilayani dengan maksimal.

Di waktu kamu duduk bertemu dengan para tamu undangan, orang tuamu memastikan bahwa catering yang kamu pesan dapat mencukupi seluruh kebutuhan, fotografer yang kamu pesan telah merekam seluruh momen pernikahan, serta souvenir sudah tersedia di meja penyambutan tamu. Mereka pun yang memantau jalannya acara pesta sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan.

Selepas Momen Upacara Pernikahan

Kalian berdua kini telah sah menjadi sepasang suami istri. Tamu undangan juga telah pulang. Tukang foto juga sudah siap untuk mencetak hasil tugasnya. Catering akan segera dirapikan. Dekorasi telah dibongkar. Alunan lagu acara sudah tidak berbunyi. Kini tinggal keluarga yang selalu bersama kalian. Senang di acara.

Saat-saat acara nikahan sudah usai, mereka pun tetap menyempatkan waktu mereka merencanakan dana untuk kalian yang hendak bulan madu. Justru hari-hari kedepannya, mereka terus berusaha membantu keberlangsungan pernikahan kalian baik secara moril maupun secara finansial.

Sebagai bahan renungan, pernikahan itu seringkali merupakan momennya orang tua? Pikir lagi terkecuali ego kamu sangat tinggi untuk tidak mengikutsertakan kedua orang tua. Walaupun juga, mereka punya andil besar didalam keberlangsungan pernikahanmu.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Kegunaan Uang

Kegunaan Uang bagi Manusia dalam faktor Perekonomian

Uang yang kita miliki saat ini seperti dengan rupanya yang terbuat dari koin bulat maupun kertas terlihat tidak ada apa-apa. Tetapi, jikalau memandang dari dampak yang ditunjukkan, uang mempunyai nilai yang banyak. Kalian mampu menukar uang tersebut dengan banyak jenis kebutuhan yang kalian butuhkan. Dengan memiliki uang dapat menggerakkan perputaran perekonomian negara dengan bermacam manfaat uang yang dihasilkan, diantaranya ialah:

1. Untuk Alat Tukar

Faedah uang yang sudah pasti adalah untuk komponen pembayaran modern karena saat zaman dulu manusia memilih melakukan kegiatan pertukaran sesuatu dengan barang yang nilainya kurang lebih sama. Ketika zaman kini, jual beli tidak lagi mengganti sesuatu namuntapi harus dengan dengan uang yang difungsikan bagi alat jual beli. Uang inilah yang mampu mengurangi kesukaran transaksi melalui cara barter.

2. Sebagai Indikator Hitung

Guna uang yang lainnya ialah untuk nominal hitung disebabkan value dari berbagai benda jasa yang ditawarkan di muka umum akan dipatok menggunakan uang. Indikator hitung yang dijabarkan di sini yaitu mengukur besar dan kecilnya pinjaman dan juga menampilkan besar harta.

3. Menunjukkan Harga Barang atau Jasa

Entah itu jasa atau barang yang diperjualbelikan, untuk bisa melancarkan sebuah proses pertukaran, tentu anda wajib mengetahui nilai dan harga dari barang atau jasa tersebut. Uanglah yang dipakai untuk menilai harga tersebut. Intinya, uang dapat digunakan sebagai suatu alat yang mampu menunjukkan harga.

4. Alat Menyimpan Nilai

Tidak hanya sekedar bisa menunjukkan nilai sebuah jasa atau barang, uang juga dapat dipakai sebagai media penyimpanan nilai. Metodet menyimpan uang adalah dengan cara menabung. Saat perekonomian semakin tidak mudah, jika seseorang memiliki tabungan maka bakal sangat membantu, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari di masa mendatang. Uang adalah alat penyimpan nilai yang praktis karena ketika dibutuhkan, dapat dimanfaatkan kapan saja diperlukan bisa dimanfaatkan.

5. Sebagai Penukar atau Pengumpul Kekayaan

Seorang yang menyimpan perbendaharaan dengan versi lain selain dari banyak uang, ia mampu menukakkan hartanya. Sebagai contoh ialah waktu seseorang yang berlokasi di kota namun sebetulnya mempunyai tanah di desa. Sepetak tanah tersebut bisa diperjualbelikan yang kemudian uangnya dapat digunakan untuk membeli tanah di kota.

6. Sebagai Alat Pembayaran

Tidak adanya uang, siapapun tidak akan dapat membeli sebuah produk ataupun jasa. Maksud dari kegunaan ini ialah bahwa siapapun memanfaatkan uang untuk membeli jasa atau barang yang dibutuhkannya. Contohnya perlengkapan yang diperlukannya siapapun adalah keperluan primer keseharian.

7. Menjadi Alat Penuntasan Pajak

Uang tak sekadar bermanfaat untuk memenuhi sesuatu yang kita perlukan dengan membelinya. Uang pun dipakai untuk penuntasan pajak. Pajak juga tidakhanya sebuah barang, namun merupakan iuran warganegara yang dibayarkan kepada pemerintah yang didasarkan oleh undang-undang dengan tanpa menerima secara langsung balas jasa. Pajak yang disetorkan dari akan digunakan oleh negara untuk membayar semua pengeluaran publik.

8. Menumbuhkan Aktivitas Ekonomi

Uang paling berpengaruh pada warga kita dan dianggap begitu mendukung aktivitas ekonomi. Hal ini disebabkan setiap orang dapat termotivasi untuk mendapatkan uang sehingga mereka akan bekerja atau menjalankan kegiatan ekonomi. Motivasi ini didapat juga lantaran uang merupakan sebuah kebutuhan.

9. Menyusun aset modern

Uang selain bermanfaat memindah alias menimbun benda serta dapat digunakan untuk menciptakan kekayaan anyar dimana seseorang mampu mengumpulkan Uang buat membeli rumah alias pelengkap. Di kemudian waktu, aksesoris ataupun graha dan nilainya yang tidak dapat menyusut yang telah dibayar bisa sewaktu-waktu dijual ulang. Tidak sedikit yang menyebut hal ini bagai investasi.

10. Bagaikan Standar pemenuhan Hutang

Uang serta mampu berfaedah sebagai alat pemenuhan pinjaman dimana hal itu menandakan maka dengan adanya uang, penentuan dapat alat penebusan hutang bisa bertambah gampang dan cepat. Hal ini akan sungguh berfaedah buat individu yang kerap kali menyanggam Uang alias membeli benda sebagai mencicil yang kita tutur dan pinjaman. Ketika membeli, Uang merupakan yang digunakan bagai alat penebusan makbul bersama buat itulah kenapa kemapanan harkat Uang begitu penting

11. Membangun Lapangan Kerja

Seseorang dengan harta yang cukup banyak dapat mewjudkannya sebagai bekal. Modal umumnya dipakai sebagai pencipta jenis pekerjaan terbaru. Tak cukup buat memodali pribadi sendiri biar kita memiliki pekerjaan yang lebih bagus sesuai dengan keahlian yang kita interes, pekerjaan yang kita buka dapat menambah keuangan orang di sekitar dengan memberikan mereka keluangan dapat mendapat kerja di dalam bisnis yang kita ciptakan. Perusahaan juga dapat memanfaatkan aplikasi payroll untuk karyawannya.

12. Menjadi Komoditas yang Diperjualbelikan

Tak cuma produk ataupun pelayanan saja yang bisa diperjualbelikan, pada umumnya uang sendiri pun bisa dijadikan produk yang diperjualbelikan. Proses jual beli uang ini hendak berpatokan terhadap data nilai valuta yang disepakati di kurun tersendiri; ini karena nilai valuta mampu dinamis saban hari. Representasi paling sepele yakni ketika seorang turis asing berasal Amerika datang berkunjung ke negara kita, dia hendak menukar uang Dollar Amerika-nya dengan mata uang negara kita, yaitu Rupiah. Penukaran uang tersebut dapat disebut seperti membeli uang yang nantinya hendak memudahkan si turis untuk dapat transaksi keuangan selama berada di negara kita.

13. Menjadi Penolong Kesayuan Ekonomi Negara

Gelegak ekonomi tentunya bisa dialami oleh negara manapun serta adanya Penurunan ekonomi dapat memunculkan akibat kekayaan pemerintah dengan ekspor drop. Uang dapat bermanfaat serta memberikan profit pada saat-saat darurat tersebut serta pengelolaan yang benar serta pemanfaatan celah ekonomi yang kiranya bisa dimasuki. Kondisi perekonomian mungkin menjadi hancur ketika instabilitas akibat Stagnasi terjadi juga bisa meningkatkan angka pengangguran di sebuah negeri.

14. Memajukan Kesejahteraan Ekonomi

benar adanya maka uang menjadi sebuah instrumen yang berharga dengan perkara ini sudah pernah dibuktikan maka uanglah yang bakal memromosikan kesejahteraan ekonomi suatu negeri. Alasannya benar-benar simpel, yakni karena ilmu ekonomi secara keseluruhan didasarkan pada uang. Uanglah yang dijadikan ukuran bagi motif juga tindakan ekonomi.

15. Sebagai Sarana Rencana Produksi & Konsumsi

Uang dimanfaatkan sebagai prasarana perencanaan produksi sebuah jasa atau barang dan serta perencanaan masyarakat dalam hal konsumsi. Produksi di dalam sebuah usaha akan memerlukan uang yang disebut juga sebagai modal. Tak hanya sekadar bisa membuka lapangan pekerjaan, tapi uang juga bisa menjadi hal yang mendukung sebuah proses produksi. Manusia pun akan menginginkan uang untuk kepentingan konsumsi.

Demikianlah sekelumit manfaat uang didalam perekonomian negara. Kegiatan perekonomian suatu masyarakat bakal dapat terus berlangsung dengan baik saat nilai tukar berupa uang dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Baju Dalam Islam Berdasarkan Tuntunan Allah dan Nabi-Nya

Baju Dalam Islam Berdasarkan Tuntunan Allah dan Nabi-Nya

Menyembunyikan aurat merupakan komitmen untuk setiap muslim, bagi itu pria ataupun putri. Beberapa Cendikiawan Muslim madzhab Syafi’i bergagasan bahwa aurat bagi kelompok putra yakni yang diantara puser dan lututnya. Sebaliknya para putri, semua badan selain wajah dan telapak tangan.

Secara terbuka, mengenakan semua macam-macam pakaian (melainkan mulai bahan-bahan yang tidak diperbolehkan) adalah diperbolehkan sementara dia merapatkan aurat. Tapi, menggunakan baju-baju yang digunakan ataupun menyukai oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam nyata mendapati keutamaan sendiri dibanding busana polos.

Akan tapi, sebagian kecil syaikh berpendapat maka memakai busana yang dikenakan oleh Nabi semata-mata merupakan budaya atas keturunan Arab. Bahwa dari saran ini, kemeja, misalnya, tidak tergolong sunnah.

Terlepas tentang tanggapan tersebut, sebagian besar syeikh tetap bergagasan, sewaktu orang mengenakan baju ‘sunnah’ tersebut atas permulaan kasih sayang kepada Nabi, maka ia tetap meraih pahala atas cintanya tersebut.

Dalam masa kali ini, silahkan kami bahas tidak banyak bermacam-macam sunnah-sunnah Rasulullah pada busana sepanjang hari.

Peci dan ‘Imamah

Dalam telaah saat sunnah memakai baju ini, kita berawal pada bagian atasan, bagaimana Rasulullah dan para sahabat.

“Dahulu (pada hari-hari di musim panas), kaum itu (Rasul dan para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150)]

Rasulullah mengenakan imamah/sorban yang dililit di kepala. Hal ini menurut kisah dari saudara ‘Amr bin Harits -semoga Allah meridhoinya- pernah menyatakan:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya” (HR. Muslim 1359)

Gamis dan Jubah

Rasulullah benar-benar senang memakai gamis. Dikatakan, dia demen menggunakan gamis lantara kamu kian membalut bagian tubuh.

Dari Ummu Salamah -semoga Allah meridhoinya-, ia berkata,

“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gamis.” (HR. Tirmidzi no. 1762)

KH Mushthofa Bisri menafsirkan hadits tentang pakaian yang paling disuka oleh Nabi ini dengan pakaian daerah masing-masing (yang menutup aurat, semisal batik). Sehingga, apabila kita mengenakan batik dengan niat mengikut Nabi (yang mencintai pakaian daerahnya, yaitu gamis), maka ia akan mendapat pahala.

Selain gamis, Nabi pun demen menggunakan busana baju tambahan (jubah). Ada separuh riwayat yang menjelaskan mengenai kejadian ini, tapi kamu mengambil satu saja.

Dari Abu Rimtsah Rifaah At-Taymiy -semoga Allah meridhoinya-: “Saya pernah melihat Rasulullah memakai dua baju yang hijau”. (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

“Dua baju” yang dimaksud pada hadits ini adalah baju dalam (gamis) serta baju luar (jubah). Contohnya bisa lihat pada gambar di bawah.

Sarung

Sarung (izaar) tersedia tampak dan banyak dikenakan semenjak era Nabi. Pada awalnya, sarung yang tersedia pada zaman tertulis tidak sampai banyak sama dengan apa yang ada di era saat ini.

Tetapi, pada saat zaman jahiliyyah, tidak semua manusia berencana memanjangkan kain sarung atau gamisnya sampai melebihi mata kaki hendak menerangkan bahwa mereka yakni manusia mampu alias berniat melagakkan dirinya.

Sehingga, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam akhirnya mencegah untuk memanjangkan kain sarung/gamis melewati mata kaki.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar -semoga Allah meridhoi keduanya-, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.’”

Dari Abu Hurairah -semoga ALlah meridhoinya- dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Kain sarung yang berada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.”

Ulama bergagasan pada hadits ini, bahwasannya tabu hukumnya membentangkan kain celana/sarung/gamis melampaui mata kaki demi bermaksud bangga. Akan halnya apabila enggak mempunyai maksud sombong, maka syaikh bertentangan gagasan, setengah bergagasan makruh, sedang yang berbeda berpendapat mubah.